Oleh: rohmats | Januari 27, 2009

Jagalah Dirimu dari Fitnah Dunia

Syaddad bin Aus meriwayatkan , bahwa Nabi Shallahu alaihi Wa salam dalam khutbahnya , “ Ketahuilah dunia adalah sesuatu yang nyata. Orang baik dan jahat, makan darinya. Ketahuilah akhirat adalah ajal yang benar.Di sana Allah Azza Wa Jalla, yang Maharaja dan Mahakuasa mengadili. Ketahuilah semua kebaikan terdapat di surga, dan ketahuilah semua kejahatan berada di neraka. Dan, hendaklah kalian takut kepada Allah Robbul Alamin. Ketahuilah amal-amal kalian akan dibeberkan dihadapan kalian”.

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya ia akan melihat (balasan)nya. Dan, barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balassan)nya pula”. (Az-Zalzalah: 7 – 8 )

Dalam khutbah itu, Rasulullah Shallahu alaihi wa salam, ingin mengingatkan umatnya, mengenai hakikat dunia, karena dunia sesuatu yang dimakan oleh orang baik dan orang jahat. Hal ini berarti dunia tidak berharga, tidak ada nilainya disisi Allah Ta’ala. Dalam sebuah hadist dinyatakan : “Seandainya dunia itu di mata Allah sebanding dengan sayap nyamuk, pasti Dia tidak memberi orang kafir setetes air pun dari dunia itu”. (HR.at-Tirmidzi).

Di kota Madinah, kota Nabi Shallahu alaihi wa salam, masih tersisa pribadi-pribadi yang suci dan bersih dri kalanggan shahabat radhiyallahu ‘anhum, Diantaranya adalah Ummul Mu’minin Aisyah radhiyallahu ‘anha ash-Shiddiq putri Abu Bakar ash-Siddiq radhiyallahu ‘anhu, seorang wanita yang suci dan bebas segala tuduhan yang buruk. Ia mengajar para hamba tentang peninggalan Rasul shallahu alaihi wa salam, dan menyebarkan ma’ruf.

Kemuliaannya menyebar diantara makhluk. Suatu hari, Munkadir bin Abdullah, paman Ummul Mu’minin Aisyah dari pihak ibu, bertamu kepadanya untuk mengadukan masalah. “Aku terkena musibah. Tolongnya”, tutur Mukandir. Ummul Mu’minin Aisyah menukas : ”Aku tidak punya apa-apa. Sekiranya aku memiliki sepuluh ribu, pasti aku berikan kepadamu”.

Mukandir pamit, dan pergi meninggalkan Aisyah radhiyallahu ‘anha. Ketika, pamannya itu pergi, datangnya tamu, Khalid bin Asad rahimullah mengirimkan uang kepada Ummul Mu’minin Aisyah sebesar sepuluh ribu dirham.

Ummul Mu’minin Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata : “Apa yang dikeluhkannya adalah apa yang menjadi cobaanku”. Ummul Mu’minin, lalu memanggil pamannya Mukandir, dan memberikan uang itu kepadanya. Tak lama, Mukandir langsung pergi ke pasar dan membeli seorang budak wanita, sepuluh ribu dirham. Setelah tinggal bersamanya budak itu melahirkan anak yang masing-masing di beri nama Muhammad, Abu Bakar, dan Umar.

Putra kedua pasangan itu, kemudian menjadi orang sangat alim di kota Madinah. Alangkah berkahnya anak-anak ini. Sungguh sangat berkah uang yang diberikan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha kepada Mukandir, yang melahirkan pribadi-pribadi yang sholeh.

Adapun, Muhammad Ibnu Mukandir yang menjadi paman Aisyah radhiyallahu ‘anha itu, sangat dikenal orang yang sangat gigih, seperti kegigihan orang-orang yang shaleh dan bertaqwa. Ia sangat serius dan tekun dalam melakukan berbagai ketaatan, mengendalikan hawa nafsu dan melawan setan. Hawa nafsur merupakan musuh yang amat berbahaya.

Manusia kadang-kadang tidak menyadari dirinya sudah dikendalikan dan dikuasai hawa nafsunya. Tapi, barangsiapa dapat mengalahkan hawa nafsunya, ia beruntung, mencapai derajat yang tinggi, dan mencapai martabat orang pilihan. Untuk mengalahkan hawa nafsunya, tidak cukup hanya dengan berjuang beberapa saat atau beberapa hari saja.

Renungkan apa yang dikatakan oleh Ibnu Mukandir, seperti yang dituturkannya : “ Aku berjuang dengan susah payah mengekang jiwaku, selama empat puluh tahun, sehingga menjadi istiqomah”, tukasnya . Di kehidupan zaman yang penuh godaan dan fitnah betapa beratnya melawan hafsu. Tapi, masih tetap ada orang-orang yang berhasil melawan hawa nafsunya. Maka, dekatkanlah diri kita dengan sang Khaliq, Allah Azza Wa Jalla. Wallahu ‘alam.

Oleh: rohmats | Januari 27, 2009

Tebarkan Salam

Syariat Islam yang sempurna mengajarkan kaum muslimin untuk selalu meningkatkan kecintaan terhadap saudara semuslim, merekatkan persaudaraan dan kasih sayang. Dan untuk mewujudkan hubungan persaudaraan dan kasih sayang ini, maka syariat Islam memerintahkan untuk menyebarkan salam.

Syiar Islam yang satu ini adalah termasuk syiar Islam yang sangat besar dan penting. Namun begitu, sekarang ini salam sering sekali ditinggalkan dan diganti dengan salam salam yang lain, entah itu dengan good morning, selamat pagi, selamat siang, salam sejahtera atau sejenisnya. Tentunya seorang muslim tidak akan rela apabila syariat yang penuh berkah lagi manfaat ini kemudian diganti dengan ucapan-ucapan lain. Allah berfirman, “Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?” (Al Baqarah: 61). Dan sungguh apa yang ditetapkan Allah untuk manusia, itulah yang terbaik.

Perintah dari Allah

Allah berfirman, “Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” (Qs. An Nur: 61)

Syaikh Nashir As Sa’di berkata, “Firman-Nya: Salam dari sisi Allah, maksudnya Allah telah mensyari’atkan salam bagi kalian dan menjadikannya sebagai penghormatan dan keberkahan yang terus berkembang dan bertambah. Adapun firman-Nya: yang diberi berkat lagi baik, maka hal tersebut karena salam termasuk kalimat yang baik dan dicintai Allah. Dengan salam maka jiwa akan menjadi baik serta dapat mendatangkan rasa cinta.” (Lihat Taisir Karimir Rohman)

Perintah dari Nabi

Baro’ bin Azib berkata, “Rasulullah melarang dan memerintahkan kami dalam tujuh perkara: Kami diperintah untuk mengiringi jenazah, menjenguk orang sakit, memenuhi undangan menolong orang yang dizholimi, memperbagus pembagian, menjawab salam dan mendoakan orang yang bersin…” (HR. Bukhari dan Muslim). Ibnu Hajar Al Asqolani berkata, “Perintah menjawab salam maksudnya yaitu menyebarkan salam di antara manusia agar mereka menghidupkan syariatnya.” (Lihat Fathul Bari 11/23)

Dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim). Dari Abdulloh bin Salam, Rasulullah bersabda, “Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam di antara kalian, berilah makan sambunglah tali silaturahmi dan shalatlah ketika manusia tidur malam, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (Shohih. Riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

Etika Salam

Imron bin Husain berkata, “Ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi seraya mengucapkan Assalamu ‘alaikum. Maka nabi menjawabnya dan orang itu kemudian duduk. Nabi berkata, “Dia mendapat sepuluh pahala.” Kemudian datang orang yang lain mengucapkan Assalamu ‘alaikum warahmatullah. Maka Nabi menjawabnya dan berkata, “Dua puluh pahala baginya.” Kemudian ada yang datang lagi seraya mengucapkan Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh. Nabi pun menjawabnya dan berkata, “Dia mendapat tiga puluh pahala.” (Shohih. Riwayat Abu dawud, Tirmidzi dan Ahmad)

Dari hadits tersebut dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu:

  1. Memulai salam hukumnya sunnah bagi setiap individu, berdasar pendapat terkuat.
  2. Menjawab salam hukumnya wajib, berdasarkan kesepakatan para ulama.
  3. Salam yang paling utama yaitu dengan mengucapkan Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh, kemudian Assalamu’alaikum warahmatullah dan yang terakhir Assalamu’alaikum.
  4. Menjawab salam hendaknya dengan jawaban yang lebih baik, atau minimal serupa dengan yang mengucapkan. Allah berfirman “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (Qs. An Nisa: 86)

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda, “Hendaknya orang yang berkendaraan memberi salam kepada yang berjalan. Yang berjalan kepada yang dduk yang sedikit kepada yang banyak.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam lafazh Bukhari, “Hendaklah yang muda kepada yag lebih tua.” Demikianlah pengajaran Rosul tentang salam. Namun orang yang meninggalkan tatacara salam seperti pada hadits ini tidaklah mendapat dosa, hanya saja dia telah meninggalkan sesuatu yang utama.

Salam Kepada Orang yang Dikenal dan Tidak Dikenal

Termasuk mulianya syariat ini ialah diperintahkannya kaum muslimin untuk member salam baik pada orang yang dikenal maupun orang yang belum dikenal. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya termasuk tanda-tanda hari kiamat apabila salam hanya ditujukan kepada orang yang telah dikenal.” (Shohih. Riwayat Ahmad dan Thobroni)

Oleh: rohmats | Januari 6, 2009

TANDA-TANDA KEMATIAN UNTUK ORANG ISLAM

TANDA-TANDA KEMATIAN UNTUK ORANG ISLAM
Imam Ghazali rahimahullah diriwayatkan, mendapati tanda-tanda kematian dirinya
sehingga beliau mampu menyiapkan diri untuk menghadapi sakaratulmaut secara
sendirian. Beliau menyiapkan dirinya dengan segala persiapan termasuk mandinya,
wudhuknya serta kafannya sekali, cuma ketika sampai bagian tubuh dan kepala saja
beliau telah memanggil kakaknya yaitu Imam Ahmad Ibnu Hambal untuk
meneruskan tugas tersebut. Beliau wafat ketika Imam Ahmad bersedia untuk
mengkafankan bagian wajahnya.

Semua tanda-tanda ini akan berlaku kepada orang-orang Islam saja, manakala
orang-orang kafir yaitu orang yang menyekutukan Allah nyawa mereka ini akan
terus di rentap tanpa adanya peringatan/tanda sesuai dengan kekufuran mereka
kepada Allah SWT. Adapun tanda-tanda ini terbagi kepada beberapa keadaan :

Tanda 100 hari sebelum kematian.

Tanda ini akan berlaku umumnya setelah waktu Ashar. Seluruh tubuh yaitu dari
ujung rambut sehingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakanakan mengigil.

Contohnya seperti daging sapi yang baru disembelih dimana jika diperhatikan
dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar.

Tanda ini rasanya nikmat, dan bagi mereka yang sadar dan terbetik di hatinya
bahwa mungkin ini adalah tanda kematian maka getaran ini akan berhenti dan
hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi
kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan duniawi tanpa memikirkan
soal kematian, tanda ini akan hilang begitu saja tanpa ada manfaatnya.

Tanda 40 hari sebelum kematian

Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Ashar. Bagian pusat kita akan
berdenyut-denyut.

Pada saat itu daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di
atas Arasy-nya Allah SWT. Maka saat itu malaikat maut (Izrail) akan mengambil
daun tersebut dan mulai membuat persiapannya kepada kita diantaranya ialah dia
akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu itu.

Akan terjadi dimana malaikat maut (Izrail) ini akan memperlihatkan wajahnya
sepintas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakanakan bingung seketika.
Tanda 7 hari sebelum kematian.

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah
kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan (tak berselera) secara tiba-tiba
berselera untuk makan.

Tanda 3 hari sebelum kematian.

Pada ketika ini akan terasa denyutan dibagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi
kanan dan kiri.
Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi.
Dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat
dikesan jika kita melihatnya dari bagian sisi/samping.
Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke
dalam.
Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar
ditegakkan.
Tanda 1 hari sebelum kematian.

Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di
sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak
akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

Tanda Akhir

Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bagian
pusat lalu rasa itu akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bagian
tenggorokan.

Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan
menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah
SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Kubur/liang lahat Setiap Hari Menyeru kepada Manusia Sebanyak 5 Kali.

1. Aku rumah yang terpencil, maka akan senang dgn selalu membaca Al-Quran.
2. Aku rumah yg gelap, maka terangilah aku dgn selalu sembahyang malam.
3. Aku rumah penuh tanah dan debu, bawalah amal soleh yg menjadi hamparan.
4. Aku rumah ular berbisa, maka bawalah amalan Bismillah sebagai penawarnya.
5. Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nankir, maka banyaklah bacaan
“Laa illaa ha illallah, Muhammadur Rasulullah” supaya kamu dapat menjawabnya.
SUDAHKAH ANDA RASAKAN SEBAGIAN DARI TANDANYA …… ??? ……
Persiapkanlah dirimu saudara/saudariku….

« Newer Posts

Kategori